Penulis Surat Jadi Sastrawan

Posted on February 17, 2011 by

1



Us Tiarsa yang meraih Hadiah Sastra Rancage 2011 mengenal dunia penulisan sejak masih duduk di bangku kelas empat Sekolah Rakyat. Saat itu ia menulis surat ke harian Pikiran Rakyat tentang banyaknya pengungsi dari Ciawi ke daerah sekitar rumahnya di Kebon Kawung, Bandung, karena takut kepada gerombolan penjahat.

Lelaki kelahiran 1 April 1943 itu terjun ke dunia jurnalistik pada 1963. Ia melepaskan posisi Kepala Subwilayah Padi Setra di Karawang, Jawa Barat. Hingga 2003, lelaki bertubuh kecil dan berkulit gelap itu menjadi redaktur dan pemimpin redaksi di surat kabar mingguan Kujang, majalah Sunda Mangle, Gondewa, Koran Sunda, dan Galura.

Sastrawan yang tak lulus dari Jurusan Sastra Indonesia dan Sastra Sunda di Universitas Padjadjaran itu dalam karya karyanya selalu membiarkan tokohnya bercerita untuk membangun imajinasi pembaca. Cerita pendeknya sudah empat kali dinilai tim juri majalah Mangle sebagai karya terbaik bulanan dan mendapat uang penghargaan Rp 1 juta per karya.

Menurut juri Rancage Teddy Muhtadin, karya Us meski masih dalam garis gaya umum karya sastra Sunda yang ceritanya lebih mengarah ke realitas atau persoalan hidup sehari hari, namun ia menulis dengan lebih halus dan sabar. Keunggulan itu hampir merata di 13 cerita pendeknya. “Dia lebih matang dan struktur bahasa Sundanya sangat baik. Juga banyak kata yang muncul terasa pas,” ujar Ketua Program Studi Sastra Sunda Universitas Padjadjaran itu.

Bukunya – pelbagai sumber

Advertisements
Posted in: penulis buku