Erick Setiawan “Pulang Kampung”

Posted on April 7, 2011 by

6



Novel Of Bees and Mist karya Erick Setiawan ramai dibicarakan di situs jejaring sosial. Toko buku lokal menjajakan versi terjemahannya dari GagasMedia, sementara toko spesialis buku impor memesan versi asli dalam bahasa Inggris dari penerbit Simon & Schuster.

Tapi itu baru terjadi setelah hampir setahun setelah novel ini dirilis di Amerika Serikat. Sebelumnya nyaris tak ada kabar berita soal novel debut penulis asal Indonesia ini.

Adalah Pemimpin Redaksi GagasMedia Windy Ariestanty yang secara tak sengaja menemukan resensi Of Bees saat berselancar di Internet. “Novel ini banyak mendapat pujian dan ternyata penulisnya orang Indonesia.”

Namun saat mencari-cari ke berbagai toko buku impor, ternyata buku yang jadi finalis Quality Paperback Book Club New Voices Award (2010) dan masuk longlist penghargaan International IMPAC Dublin Literary Award (2011) ini tak ada di Indonesia.

Buat Windy novel ini unik karena dikarang penulis muda Indonesia yang justru memulai debut menulis di luar negeri. Akhirnya Gagas meminta penerbitnya di Amerika Serikat mengirimi novel itu buat ditelisik isinya.

Setelah dibaca, Windy kepincut dengan metafora yang disuguhkan Erick dan penceritaan multi-plot. Padahal, cara itu beresiko dan ia melihat banyak penulis tersasar sendiri dalam plot yang menggurita dan pembaca pun dibuat kebingungan.

Selain isi, Gagas juga melihat novel ini bisa menyemangati penulis Indonesia bahwa peluang karier menulis berskala internasional bukanlah hal yang mustahil. “Saya tidak menghabiskan waktu lama buat memutuskan menerbitkan novel ini,” kata Windy.

Erick sendiri bungah ketika novelnya diterbitkan di kampung halaman. “Rasanya seperti kembali ke rumah,” ujarnya. “Saya menghabiskan separuh kehidupan saya di Amerika, karenanya suatu keajaiban ketika pembaca di Indonesia menganggap saya masih bagian dari mereka.”

Rabu (6/4), Erick melayani pertanyaan demi pertanyaan pembaca Indonesia yang dikirim lewat Twitter. Berikut ini petikan tanya-jawab livetwit antara penerbit GagasMedia dengan Erick tersebut:

T: Siapa penulis yang menginspirasi Anda? (@aam_muizz)

J: Saya kagum pada Virginia Woolf, pingin jadi penulis karena dia.

T: Anda kuliah psikologi dan komputer, lalu apa yang membuat Anda tertarik jadi penulis? (@vhe04)
J: Dari kecil saya kutu buku, pinginnya jadi penulis. Psikologi dan komputer itu salah jurusan.

T: Dari mana mendapatkan ide cerita Of Bees and Mist?
J: Sebagian (ide) dari keluarga saya. Saya punya keluarga besar, banyak sekali dramanya. Jadi menulis Of Bees and Mist itu sedikit nostalgia buat saya.

T: Terasa ada nuansa magis Amerika Latin dalam Of Bees and Mist, apakah Anda suka dengan novel-novel seperti itu? (@htanzil)
J: Suka. Gabriel Garcia Marquez adalah salah satu penulis favorit saya. Tapi jangan salah, Indonesia juga padat dengan realisme magis. Saya suka mistis soalnya waktu kecil sering dengarkan cerita-cerita rakyat Indonesia seperti Sangkuriang dan Malin Kundang

T: Berapa lama menulis novel ini dan adakah kendala yang ditemui? (@diegochrist)
A: Empat tahun menulis sendiri, plus satu tahun bekerja sama dengan editor Amerika saya. Untuk saya, menulis novel itu labor of love. Berapa lama pun akan saya tekunkan sampai kelar. Sempat ada keraguan diri sendiri, apalagi Inggris bukan bahasa ibu saya. Ada banyak penolakan dari editor (Erick menulis dua novel sebelum Of Bees and Mist yang berkali-kali ditolak agen penyalur naskah ke penerbit). Tapi saya berusaha terus. Jangan putus asa. Kalau ada yang bilang enggak bisa, jawab dia pasti bisa!

T: Adakah kesulitan menuliskan emosi karakter-karakternya? (@balonbiru)
Kesulitan banyak, terutama karena tokoh utamanya tiga orang wanita, saya seorang pria, bagaimana tahu perasaan wanita? Di sinilah peran imajinasi. Seorang penulis harus bisa mengantisipasi bagaimana karakterkarakter akan bertindak atau berpikir.

T: Apakah ada rencana untuk membuat buku baru dalam waktu dekat ini? (@melmarian)
J: Sedang menulis buku baru. Tapi kayaknya tidak dalam waktu dekat. Saya lamban sekali kalau menulis.

T: Apakah ada rencana berkolaborasi dengan penulis Indonesia atau menulis tentang Indonesia? (@peri_hutan)
J: Saat ini belum. But never say never. Menulis tentang Indonesia? Mungkin 😉

Advertisements
Posted in: penulis buku